Selasa, 15 Februari 2011

Aliran Nativisme dalam Pendidikan

Aliran nativisme dipelopori Arthur Schopenhouer (1788 – 1860), seorang filsuf Jerman. Menurut aliran ini, perkembangan pribadi manusia ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir (nativus). Faktor lingkungan kurang berpengaruh terhadap pendidikan dan perkembangan anak. Berdasarkan aliran ini, keberhasilan pendidikan anak ditentukan oleh anak itu sendiri. Jika anak memiliki bakat jahat dari lahir, ia akan menjadi jahat dan sebaliknya jika anak memiliki bakat baik, ia akan menjadi baik. Pendidikan anak yang tidak sesuai dengan bakat yang dibawa tidak akan berguna bagi perkembangan anak itu sendiri.
Aliran ini kurang populer untuk pengembangan konsep pendidikan, karena sesuai sifat dasar pendidikan yakni merubah. Jika dinyatakan bahwa pembawaan lebih berperan, berarti usaha pendidikan itu sia-sia. Aliran pendidikan lainnya yang pendapat-pendapatnya hampir sama dengan aliran Nativisme ialah aliran Naturalisme (Hidayanto, 2009:112)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar